Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2014

Fara Fauzana Tak Kisah Kerja Di Hari Raya


Fara Fauzana Tak Kisah Kerja Di Hari Raya
BERTUGAS pada hari lebaran bukan sahaja ujian yang perlu dilalui anggota pengaman yang berjuang di perbatasan atau mengawal keselamatan negara, tapi juga hakikat yang sama turut dilalui sebilangan selebriti.
Selain petugas media, selebriti seperti penyampai radio dan pembaca berita juga tidak ketinggalan meraikan 1 Syawal sambil bertugas memberikan maklumat atau menghiburkan pendengar.
Hal yang sama pernah dilalui Fara Fauzana Mohd Fadzil, 32, ketika menyambut pagi 1 Syawal di konti radio Hot FM sejak di awal usia penubuhan stesen radio swasta itu lebih kurang enam tahun lalu.
Ujarnya, rutin pagi raya yang sama telah dilaluinya beberapa tahun sebelum ini selaku perintis perjalanan sulung stesen radio terkenal itu.
Usai tugasan pagi raya pertama di konti, kata Fara dia akan meluangkan masa bersama keluarga di Shah Alam dan sesi menziarah sanak saudara pada sebelah petang.
Tidak menjadi hal bagi seorang selebriti yang sangat dikenali kerana keletah bersahaja dan melucukan, namun bagi Fara selagi statusnya sebagai wanita bujang dia tidak berkira.
“Saya bukan jenis seorang yang beria-ia sangat setiap kali tibanya Syawal, semua persiapan saya serahkan kepada ibu saya.
“Tahun ini kemungkinan besar saya cuma bercuti selama tiga hari saja dan itu bukan masalah besar bagi saya sementara saya masih bujang. Malah, kalau kena kerja pada malam raya pun saya tak kisah,” katanya yang gemarkan biskut nescafe sempena juadah hari raya selain kuih loyang yang menjadi kewajipan setiap kali kemunculan Aidilfitri.
Rutin yang bermula seawal pukul 4 pagi setiap hari tidak menghalang pengacara rancangan Nona itu untuk kekal aktif melakukan tugas seharian terutamanya bulan Ramadan.
“Pukul 4 pagi hingga 2 petang tugas saya di konti Hot FM, setelah berbuka bersama keluarga saya akan luangkan masa bersolat tarawih di masjid dan kadang-kala sahur dengan pendengar,” katanya yang lebih mempunyai ruang peribadi semenjak kedatangan bulan Ramadan tahun ini.
Memandangkan rancangan Nona khas Ramadan pada tahun ini menyajikan rakaman rutin harian masyarakat di beberapa buah negara telah siap dan kini menanti tempoh tayangan, Fara mengakui dia boleh menarik nafas lega buat seketika.
Fara juga berkongsi cerita dan pengalamannya sepanjang berkunjung ke beberapa buah negara untuk mengacarakan rancangan itu sempena edisi khas Ramadan.
“Saya berpeluang menjejakkan kaki ke Kemboja buat pertama kali dan berkesempatan ke lokasi yang diberi jolokan Killing Tree.
“Suasana ketika itu sunyi sepi dan keadaan tiba-tiba menjadi pilu, ketika itu saya menangis. Itu diri saya sebenarnya saya jika ramai yang belum tahu,” katanya yang berjiwa sensitif.
Bagaimanapun, Fara menegaskan dia belum bersedia untuk menggalas peranan mengacarakan rancangan berbentuk penderitaan masyarakat atau menyedihkan.
“Sejujurnya, jika ada peluang yang datang, saya suka untuk melakukannya. Tapi buat masa ini, saya belum bersedia. Saya bukan tak nak buat, tapi saya perlu betul-betul bersedia dan yakin dengan skil mengacara saya.
“Sepanjang diberi peluang selama lapan bulan menjadi pengacara, saya masih belum jadi yang terbaik, tapi apa yang boleh saya katakan saya faham apa yang dikehendaki penonton dan apa yang patut saya berikan,” ulasnya.
Sementara itu, bertanya kepadanya tentang penghijrahan teman sekonti, Sharifah Aleya, serapuh hatinya yang sebenarnya senang mengalirkan air mata, Fara juga menangis ketika pertama kali melihat Aleya mengenakan hijab pada penghujung bulan Julai lalu.
“Saya menyokong perubahan positif kawan baik saya dan kami umpama adik-beradik, perubahan itu berkat doa semua orang begitu juga untuk diri saya sendiri.
“Saya menangis kerana terlalu gembira dan dia sudah mendapat seru untuk mengenakan hijab seperti yang dituntut syarak,” tambah Fara. – Kosmo
{ Read More }


Senin, 02 Desember 2013

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya, itulah slogan yang sering kita dengar di republik tercinta ini. Pahlawan merupakan sosok yang sangat berarti bagi perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebut saja pahlawan kemerdekaan yang telah berjuang dengan darah, air mata, jiwa, raga serta nyawa hingga kita bisa menghirup udara kemerdekaan seperti sekarang ini. Tanpa jasa mereka yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan entah seperti apa negara kita saat ini.


Pahlawan tidak selalu identik dengan mengangkat senjata dan berperang meski sebagian besar penafsiran menyatakan bahwa pahlawan adalah orang yang berjasa membela negara melalui medan perang. Namun sesungguhnya siapa saja yang telah berjasa membawa bangsa ini menuju kemajuan baik dibidang sosial, budaya, teknologi, kesehatan, pendidikan dan lain-lain yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia maka patut kiranya kita beri julukan sebagai pahlawan. Salah seorang yang berjasa memajukan pendidikan di Indonesia adalah Ki Hajar Dewantara. Ia lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dan diberi nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat yang berasal dari keluarga di lingkungan kraton Yogyakarta.

Saat usianya genap 40 tahun ia berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Sejak saat itu Ki Hajar Dewantara tak lagi menggunakan gelar kebangsawanan Raden Mas di depan namanya, hal ini bertujuan agar ia bisa bebas dekat dengan kehidupan rakyat tanpa dibatasi oleh ningrat dan darah biru kehidupan keraton.

Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) namun karena sakit ia tidak sampai tamat. Ia kemudian menjadi wartawan di beberapa surat kabar diantaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia,  Kaoem Moeda,  Tjahaja Timoer dan  Poesara.  Tulisan-tulisan Ki Hadjar Dewantara pada surat kabar tersebut sangat komunikatif dan tajam sehingga mampu membangkitkan semangat patriotik dan antikolonial bagi rakyat Indonesia saat itu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLZZSFcPcnCZmJ_g_3mi6ieNqI8K7GMYAyfVQdEqRZWgJ8oQWjoQ6V5FHc4Xu9TBcgDB_E_Fquoj54-xbpOMdVpVXKMKynYHGyWuHnlaP8IbN4l6tRJgPAZOQ5Pjka1iy9t7gb4Y2YPzw/s320/Perguruan+taman+siswa.jpg

Di usia yang masih terbilang muda disamping kesibukannya sebagai seorang wartawan Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Ia aktif melakukan propaganda pada organisasi Boedi Oetomo tahun 1908 untuk mensosialisasikan serta menggugah betapa pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara kepada masyarakat Indonesia. Pada 25 Desember 1912 bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Karya-karya Ki Hajar Dewantara yang menjadi landasan dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia diantara adalah kalimat-kalimat filosofis seperti "Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri hadayani" yang artinya "Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan" menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini.

Ki Hajar Dewantara pernah menulis kritikan terhadap perayaan seratus tahun bebasnya Negeri Belanda dari penjajahan Perancis dibulan November 1913 dimana biaya perayaan tersebut ditarik dari uang rakyat Indonesia dan dirayakan ditengah-tengah penderitaan rakyat yang masih dijajah. Akibat kritikan tersebut ia dibuang ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg tanpa melalui proses pengadilan. Namun dua orang sahabatnya yaitu Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo membelanya melalui tulisan sehingga hukuman tersebut diganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.

http://blogspot.com

Sekembalinya dari Belanda pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan sebuah perguruan bercorak nasional yang bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional hingga Indonesia merdeka.

Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Pengajaran Indonesia dalam  kabinet pertama Republik Indonesia. Ia juga mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1957.

Atas jasanya dalam merintis pendidikan umum di Indonesia, Ki Hajar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959 tertanggal 28 November 1959, hari kelahiran Ki Hajar Dewantar yaitu tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa, tepatnya pada tanggal 28 April 1959  Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta. Semoga jasanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa selalu dicatat sebagai amal ibadah yang terus mengalir.

Demikianlah info mengenai  Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei semoga bermanfaat.

Baca juga Loa Loa Filariasis Cacing Yang Hidup Di Mata

sumber:http://planetkentir.blogspot.com/2013/05/sejarah-hari-pendidikan-nasional-2-mei.html
{ Read More }


Sabtu, 23 November 2013

Tradisi Unik Hari Valentine di Dunia

Unik - Tradisi Unik Hari Valentine di Dunia, Valentine day tinggal beberapa hari lagi tepatnya tanggal 14 Februari, kebanyakan yang merayakannya adalah para muda-mudi, karena itu adalah hari peryataan kasih sayang.
Hari Valentine membawa nuansa baru pada setiap pasangan hidup, setiap tahunnya para pasangan sibuk untuk merayakan hari valentine ini meskipun hanya mempersiapkan sebuah kata untuk pasangannya yaitu "aku sayang padamu".
Di tempat lain mungkin ada beberapa cara untuk merayakan hari valentine ini, seperti misalnya :

1.Italia

Italia adalah tanah kelahiran dari sebuah kisah romantis yaitu Shakespeare Romeo dan Juliet pyang merupakan tempat yang paling romantis di dunia. Terutama pada Hari Valentine, pasangan romantis berduyun-duyun ke Verona, berbagai acara di tengah kota yang melibatkan pasangan dalam berbagai lomba, yang membuat hari valentine ini  menjadi  lebih istimewa dan berkesan.

2.Pilipina

Di Filipina hari valentine ditandai dengan ribuan pasangan yang berpartisipasi dalam perayaan hari valentine dan pernikahan massal. Dalam beberapa tahun terakhir ratusan pasangan dari Filipina sangat antusias berkumpul di suatu tempat / pesta ,
Pada hari valentine tersebut meraka tidak hanya mengungkapkan cinta mereka satu sama lain, tetapi untuk bersaing mendapatkan rekor dunia berciuman bibir secara bersamaan.
Parfum Terlengkap?Bisnis SampinganModal 25rb jadi Jutawan?Asli Bisnis Tanpa Modal
3.Jerman

Di Jerman, permen raksasa dibawa oleh seorang pria yang akan di berikan pada seorang wanita yang di cintai nya.
Bahkan di beberapa tempat terlihat penuh dengan kue jahe yang bau nya segar dan hal ini terjadi hanya selama Hari Valentine.

4.Jepang

Unik di Jepang dengan tradisi bertukar cokelat setiap tanggal 14 Februari dilakukan oleh seorang perempuan untuk laki-laki yang mereka cintai.
Uniknya Bulan berikutnya para laki-laki akan mengembalikan cokelat tersebut dengan sebuah catatan khusus.

5.Brazil

Secara tradisional di Brasil tanggal 12 juni dianggap sama seperti tanggal 14 Februari .
Uniknya di Brasil ada tradisi bahwa pada hari ini(14 Februari) Wanita lajang dapat menulis nama-nama pria yang disukainya atau yang ditaksirnya pada selembar kertas dan lipat  
Pada hari baik pada tanggal12 Juni dia memilih sebuah nama yang keluar dimana hal itu seharusnya nama tersebut akan menjadi kekasihnya.
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest