Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tak. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

10 Misteri Besar Yang Tak Terpecahkan Lalu Dilupakan

Manusia mempunyai sejarah panjang dan berliku, begitu banyaknya kejadian - kejadian aneh yang tak bisa dijelaskan secara ilmiah pernah terjadi dan dicatat dalam sejarah. 
Para ahli sejarah, arkeolog, dan ilmuwan lain yang kompeten berkaitan dengan bidang ini, bagaimanapun masih terus menggali, mencari, mempelajari dan menyimpulkan, sehingga semuanya bisa lebih jelas bagi kita untuk diketahui dan mungkin dipelajari.
Namun ada kalanya sebuah peristiwa penting dalam sejarah masih terus menjadi misteri yang tidak bisa diungkapkan, dijelaskan bahkan dipecahkan.
Daftar 10 misteri ini membuat banyak orang masih bertanya - tanya, dan mungkin karena lelah sebagian besar dari kita melupakannya..

10. Rongorongo
Meskipun banyak orang yang tahu tentang Moai di Easter Island, namun tidak banyak yang tahu tentang misteri lainnya berkaitan dengan Easter Island. Rongorongo adalah bahasa tulisan yang sulit dibaca dari para penduduk awal di daerah tersebut. Rongorongo dianggap misterius karena tidak ada tetangga kaum oceania yang menggunakan bahasa tulisan. Bahasa ini muncul di sekitar tahun 1700an, meskipun sayangnya hilang setelah para penjajah Eropa awal melarangnya disebabkan oleh kaitan-kaitannya dengan akar pagan para penduduk asli di sana.

9. Helike Kota yang Hilang

Pada akhir abad kedua Masehi, penulis Yunani, Pausanias menulis sebuah cerita tentang bagaimana (4-500 tahun sebelumnya?) di satu malam ketika gempa kuat menghancurkan kota besar Helike, dengan Tsunami yang menyapu habis apapun yang ada di kota besar yang pernah maju tersebut. Kota tersebut, ibu kota dari Achaean League, adalah pusat ibadah yang dibaktikan kepada dewa kuno Poseidon, dewa laut. Tidak ada jejak masyarakat legenda yang disebutkan diluar tulisan-tulisan Yunani kuno sampai tahun 1861, ketika seorang arkeolog menemukan uang yang dianggap berasal dari Helike – sebuah koin perunggu dengan kepala Poseidon. Pada tahun 2001, sepasang arkeolog berusaha menemukan reruntuhan Helike di bawah lumpur dan kerikil-kerikil pesisir tersebut, dan saat ini sedang menggabungkan bangkit dan kejatuhan mendadak dari apa yang telah menjadi Atlantis "sebenarnya."

8. Mayat Berlumpur

Misteri ini bahkan bisa menjadi sebuah masalah bagi para penyelidik legenda dari CSI dan semacamnya! Mayat-mayat berlumpur ini adalah ratusan mayat kuno yang ditemukan terkubur di sekitar rawa-rawa utara dan lahan-lahan basah di Eropa Utara. Beberapa mayat ini memiliki tanda penyiksaan dan "kesenangan" abad pertengahan lainnya, yang membuat beberapa peneliti berpendapat bahwa korban-korban yang tidak beruntung ini adalah tinjauan dari pengorbanan ritual.

7. Runtuhnya Kaum Minoan

Kaum Minoan terkenal karena legenda Theseus dan Minotaur, namun faktanya kaum ini merupakan warisan dari peradaban yang pernah besar dan lebih menarik. Meskipun banyak sejarahwan berkonsentrasi pada kejatuhan Kerajaan Roma, runtuhnya kaum Minoan, yang menduduki pulau Crete, adalah sebuah misteri yang sama jika tidak lebih besar. Tiga setengah tahun lalu, pulau tersebut digoncang oleh sebuah ledakan vulkanik besar di Pulau sebelahnya Thera. Para arkeolog menemukan buku-buku catatan yang menunjukkan bahwa kaum Minoan tetap bertahan selama 50 tahun setelah ledakan tersebut, sebelum akhirnya mereka benar-benar menghilang. Teori-teori tentang apa yang mengakhiri mereka telah berkembang mulai dari debu vulkanik yang menutupi pulau tersebut dan menghancurkan semua tinjauan panennya sampai ke masyarakat lemah yang akhirnya tersingkirkan oleh serbuan para kaum Yunani.


6. Batu Carnac

Setiap orang pernah mendengar tentang Stonehenge, namun hanya sedikit yang mengetahui Batu Carnac. 3000 batu megalitik ini tersusun dalam barisan yang sempurna sepanjang 12 kilometer di pesisir Brittany di Barat Laut Perancis. Mitologi di sekitar batu-batu tersebut menunjukkan bahwa tiap batu adalah tentara Roma yang diubah menjadi batu oleh Merlin Sang Penyihir. Usaha-usaha penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa batu-batu tersebut bisa jadi merupakan alat deteksi gempa yang rumit. Identitas kaum Neolithic yang membangunnya tidaklah diketahui.(**)

5. Robin Hood

Semua orang pasti mengenal tokoh sahabat rakyat jelata ini. Namun kebenaran dari pria pemanah tampan ini masih berupa misteri. Pencarian sejarah perambok legendaris ini telah membesarkan sejumlah nama yang mirip dengannya. Salah satunya adalah seorang buronan Yorkshire bernama Rober Hod, yang juga dikenal sebagai Hobbehod atau Robert Hood dari Wakefield. Pencarian tersebut menjadi semakin rumit seiring nama Robin Hood menjadi istilah umum bagi seseorang yang berada di luar perlindungan hukum. Ketika literatur mulai menambahkan karakter-karakter baru kepada dongeng tersebut seperti Prince John dan Richard the Lionheart, jejak tersebut semakin kabur. Sampai sekarang, tak seorang pun tahu siapakah sebenarnya tokoh kriminal ini.

4. Pasukan Romawi yang Hilang

Setelah pasukan Parthia mengalahkan tentara Jendral Romawi Crassus, legenda mengatakan bahwa sekumpulan kecil Tahanan Perang tersebut berkelana melewati padang pasir dan akhirnya digulung oleh tentara militer Han 17 tahun kemudian. Sejarawan Cina abad pertama, Ban Gu, menulis sebuah hikayat tentang konfrontasi dengan satu kumpulan pasukan aneh sekitar seratus personil yang berperang dalam "formasi unik berskala-ikan" untuk pasukan Romawi. Seorang sejarawan Oxford yang membandingkan catatan-catatan kuno mengklaim bahwa pasukan romawi yang hilang tersebut menemukan kota kecil dekat padang pasir Gobi bernama Liqian, yang di dalam bahasa Cina berarti Roma. Tes DNA sedang dilakukan untuk menjawab klaim tersebut dan semoga dapat menjelaskan beberapa tentara bermata hijau, berrambut pirang, dan menggemari perkelahian melawan banteng tersebut.

3. Naskah Voynich

Naskah Voynich yang misterius diduga telah ditulis di ke-15 atau abad ke-16. Penulis, script, dan bahasa naskah tetap tidak diketahui.
Yang tercatat di atas keberadaan, yang Voynich naskah telah menjadi objek studi intensif oleh banyak profesional dan amatir kriptografer, termasuk beberapa top Amerika dan Inggris codebreakers Perang Dunia II ketenaran (yang semuanya gagal mendekripsi bagian apapun dalam teks). String ini kegagalan telah mengubah naskah Voynich menjadi subjek terkenal kriptologi sejarah, tetapi juga diberi bobot teori bahwa buku ini hanya tipuan yang rumit-urutan yang bermakna simbol sewenang-wenang.
Buku ini diberi nama setelah Polandia-buku Amerika dealer Wilfrid M. Voynich, yang mendapatkannya pada tahun 1912. Saat ini Voynich naskah disimpan dalam Buku Langka Beinecke dan Manuskrip Perpustakaan Universitas Yale sebagai item "MS 408". Edisi faksimili pertama diterbitkan pada tahun 2005
Kesan keseluruhan yang diberikan oleh lembaran-lembaran naskah tersebut menunjukkan bahwa isinya menyangkut farmakope atau membahas topik-topik di dalam pengobatan abad pertengahan atau modern awal. Namun, perincian ilustrasi yang membingungkan tersebut telah memunculkan berbagai teori tentang asal-usul buku tersebut, isi dari tulisan tersebut, dan tujuan naskah itu dibuat. Dokumen tersebut mengandung ilustrasi-ilustrasi yang menunjukkan bahwa buku tersebut memiliki enam bagian: Herbal, Astronomis, Biologis, Kosmologis, Farmasi, dan resep-resep.

2. Mumi Orang Eropa Di Cina

Sebuah penemuan menakjubkan mumi-mumi berusia 2000 tahun di lembah sungai Tarim Cina Barat terjadi pada awal tahun 90an. Namun yang lebih menakjubkan dibanding penemuan itu sendiri adalah fakta yang mencengangkan bahwa mumi-mumi tersebut berambut pirang dan berhidung panjang. Pada tahun 1993, Victor Mayer seorang profesor universitas mengumpulkan DNA dari mumi-mumi tersebut dan tes-tes yang dilakukannya membuktikan bahwa mayat-mayat tersebut memiliki genetik orang Eropa. Tulisan-tulisan Cina kuno dari milenium pertama SM menyebutkan kelompok-kelompok kaukasus yang berasal dari daerah timur-jauh yang disebut sebagai kaum Bai, Yeuzhi, dan Tocharian. Meskipun begitu, tak satu pun yang benar-benar menyingkapkan bagaimana atau mengapa orang-orang ini berakhir di Cina.

1. Hilangnya Peradaban Lembah Hindus

Kaum Lembah Hindus kuno, peradaban India tertua dan terkenal memiliki sebuah kebudayaan yang merentang dari India Barat sampai Afganistan dan memiliki sekumpulan rakyat sekitar 5 juta orang. Le—peradaban tertua India—merupakan sebuah kelompok yang tampak sehat dan mengesankan di zaman perunggu. Keruntuhan mereka yang mengherankan dan mendadak tersebut menyamai keruntuhan kaum Maya. Kaum Lembah Hindus ini adalah sebuah kebudayaan yang maju secara higienis dengan sistem pembuangan air canggih, dan tempat-tempat mandi yang dibandung secara amat bersih. Sampai saat ini tidak ada keterangan arkeologis tentang tentara, perbudakan, konflik, atau aspek-aspek lain dari masyarakat kuno. Tak seorang pun tahu kemana peradaban ini pergi. 



sumber



Orignal From: 10 Misteri Besar Yang Tak Terpecahkan Lalu Dilupakan

{ Read More }


Selasa, 04 Februari 2014

Fara Fauzana Tak Kisah Kerja Di Hari Raya


Fara Fauzana Tak Kisah Kerja Di Hari Raya
BERTUGAS pada hari lebaran bukan sahaja ujian yang perlu dilalui anggota pengaman yang berjuang di perbatasan atau mengawal keselamatan negara, tapi juga hakikat yang sama turut dilalui sebilangan selebriti.
Selain petugas media, selebriti seperti penyampai radio dan pembaca berita juga tidak ketinggalan meraikan 1 Syawal sambil bertugas memberikan maklumat atau menghiburkan pendengar.
Hal yang sama pernah dilalui Fara Fauzana Mohd Fadzil, 32, ketika menyambut pagi 1 Syawal di konti radio Hot FM sejak di awal usia penubuhan stesen radio swasta itu lebih kurang enam tahun lalu.
Ujarnya, rutin pagi raya yang sama telah dilaluinya beberapa tahun sebelum ini selaku perintis perjalanan sulung stesen radio terkenal itu.
Usai tugasan pagi raya pertama di konti, kata Fara dia akan meluangkan masa bersama keluarga di Shah Alam dan sesi menziarah sanak saudara pada sebelah petang.
Tidak menjadi hal bagi seorang selebriti yang sangat dikenali kerana keletah bersahaja dan melucukan, namun bagi Fara selagi statusnya sebagai wanita bujang dia tidak berkira.
“Saya bukan jenis seorang yang beria-ia sangat setiap kali tibanya Syawal, semua persiapan saya serahkan kepada ibu saya.
“Tahun ini kemungkinan besar saya cuma bercuti selama tiga hari saja dan itu bukan masalah besar bagi saya sementara saya masih bujang. Malah, kalau kena kerja pada malam raya pun saya tak kisah,” katanya yang gemarkan biskut nescafe sempena juadah hari raya selain kuih loyang yang menjadi kewajipan setiap kali kemunculan Aidilfitri.
Rutin yang bermula seawal pukul 4 pagi setiap hari tidak menghalang pengacara rancangan Nona itu untuk kekal aktif melakukan tugas seharian terutamanya bulan Ramadan.
“Pukul 4 pagi hingga 2 petang tugas saya di konti Hot FM, setelah berbuka bersama keluarga saya akan luangkan masa bersolat tarawih di masjid dan kadang-kala sahur dengan pendengar,” katanya yang lebih mempunyai ruang peribadi semenjak kedatangan bulan Ramadan tahun ini.
Memandangkan rancangan Nona khas Ramadan pada tahun ini menyajikan rakaman rutin harian masyarakat di beberapa buah negara telah siap dan kini menanti tempoh tayangan, Fara mengakui dia boleh menarik nafas lega buat seketika.
Fara juga berkongsi cerita dan pengalamannya sepanjang berkunjung ke beberapa buah negara untuk mengacarakan rancangan itu sempena edisi khas Ramadan.
“Saya berpeluang menjejakkan kaki ke Kemboja buat pertama kali dan berkesempatan ke lokasi yang diberi jolokan Killing Tree.
“Suasana ketika itu sunyi sepi dan keadaan tiba-tiba menjadi pilu, ketika itu saya menangis. Itu diri saya sebenarnya saya jika ramai yang belum tahu,” katanya yang berjiwa sensitif.
Bagaimanapun, Fara menegaskan dia belum bersedia untuk menggalas peranan mengacarakan rancangan berbentuk penderitaan masyarakat atau menyedihkan.
“Sejujurnya, jika ada peluang yang datang, saya suka untuk melakukannya. Tapi buat masa ini, saya belum bersedia. Saya bukan tak nak buat, tapi saya perlu betul-betul bersedia dan yakin dengan skil mengacara saya.
“Sepanjang diberi peluang selama lapan bulan menjadi pengacara, saya masih belum jadi yang terbaik, tapi apa yang boleh saya katakan saya faham apa yang dikehendaki penonton dan apa yang patut saya berikan,” ulasnya.
Sementara itu, bertanya kepadanya tentang penghijrahan teman sekonti, Sharifah Aleya, serapuh hatinya yang sebenarnya senang mengalirkan air mata, Fara juga menangis ketika pertama kali melihat Aleya mengenakan hijab pada penghujung bulan Julai lalu.
“Saya menyokong perubahan positif kawan baik saya dan kami umpama adik-beradik, perubahan itu berkat doa semua orang begitu juga untuk diri saya sendiri.
“Saya menangis kerana terlalu gembira dan dia sudah mendapat seru untuk mengenakan hijab seperti yang dituntut syarak,” tambah Fara. – Kosmo
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest